Lomba Cerpen: Tema “Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan”.


Lomba Cerpen: Tema “Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan”.



Dalam rangka syukuran telah terbitnya buku kumcer Dhee Shinzy Y. yang berjudul “Sampai Penghabisan” oleh penerbit Penerbit Arias, saya mengajak teman-teman untuk berkarya melalui cerpen dengan tema “Peran Orang Tua di Balik Kesuksesan”.

Tema ini dimaksudkan supaya anak tidak melupakan jasa orang tuanya, sesukses apapun kita sebagai anak tidak pernah terlepas dari yang namanya peran orang tua. Betapa hebatnya orang tua sehingga menjadikan orangtua sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Begitu besar perjuangan orangtua terhadap kehidupan anaknya. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Mereka mendidik kita agar kelak menjadi orang yang berguna bagi sesama, berguna buat bangsa dan negara terlebih agama.



Ridhanya Allah adalah ridhanya orangtua, murkanya Allah adalah murkanya orangtua, sakitnya Allah adalah sakitnya orangtua. Poin penting inilah yang akan kita renungkan dan hayati bersama dalam menyingkap rahasia di balik keberhasilan seseorang. Banyak orang yang menyepelekan akan hal ini, tapi banyak pula yang menjadikan orangtua sebagai suatu faktor penting dalam hidupnya, dan merekalah orang-orang yang selamat yang akan menemui kebahagiaan hakiki.



Teknis Pengiriman Lomba

Ketentuan:

1. Terbuka untuk umum: pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum Se-Indonesia (WNI) baik yang berdomisili di dalam maupun luar negeri dengan men-scan KTP yang masih berlaku.

2. Add Account fb Dhee Shinzy Yunengsih, Penerbit Arias.

3. Ditulis di Ms. Ofice 2007/2010 kertas A4, font 12, Times New Roman, justify.

4. Panjang naskah maksimal 6 (enam) halaman.

5. Naskah dikirim lewat file attach (jangan menaruh di badan email) ke email: dheeshinzy2@gmail.com dan cc ke email: hasfriends57@gmail.com.

6. Lampirkan biodata singkat dalam bentuk narasi di akhir naskah (jangan lupa cantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi, alamat lengkap, dan No. rekening yang masih aktif).

7. Setelah naskah dikirimkan peserta wajib registrasi ke Inbox fb Dhee Shinzy Yunengsih.

8. Pilih salah satu cerpen Dhee Shinzy Y. “Sampai Penghabisan” yang Anda suka dan beri ulasan/komentar singkat di bagian akhir setelah biodatamu.

9. Buku “Sampai Penghabisan” bisa dipesan di inbox Penerbit Arias atau sms ke nomor 081914032201. Harga buku @35rb.

10. Sebarkan info lomba (ingat hanya info lomba, tidak dengan isi cerpen maupun ulasan buku “Sampai Penghabisan”) dan cover buku “Sampai Penghabisan” ke note fb dan tag minimal 25 teman Anda, tagg Penerbit Arias.

11. Untuk cover “Sampai Penghabisan” bisa diunduh di album foto fb Dhee Shinzy Yunengsih/Penerbit Arias

12. Deadline lomba dimulai dari tanggal 5 Juni hingga 1 Agustus 2011 sampai pukul 24.00 WIB.

13. Pengumuman pemenang tanggal 17 Agustus 2011.





Hadiah:

1. Akan dipilih karya-karya terbaik untuk dibukukan dalam satu buku

2. Juara 1 mendapat 4 eksemplar buku (Ketika Tuhan Jatuh Cinta 1 dan 2, Kubawa Cinta Dari Samosir dan 1 buku antologi cerpen yang dilombakan ini) dan uang Rp 700rb

3. Juara 2 mendapat 3 eksemplar buku terbitan Arias (1 buku Kubawa Cinta Dari Samosir, 1 buku antologi cerpen yang dilombakan +1 judul buku tidak bisa memilih) dan uang Rp 500rb

4. Juara 3 mendapat 2 buku terbitan Arias (Kubawa Cinta Dari Samosir+1 buku antologi cerpen yang dilombakan ) dan uang Rp 300rb

5. Juara 4, 5, dan 6 masing-masing mendapat 2 eksemplar buku terbitan Arias (1 buku antologi cerpen yang dilombakan+1 Kubawa Cinta Dari Samosir)



Selamat berlomba!

pengumuman pemenang event esai karir

terimakasih atas partisipasi teman- teman dalam event ini.

berikut judul naskah yang kami pilih sebagai pemenang

1.Alih profesi: Apa Salahnya

2. Tidak bisa memaksa rejeki

3. Optimalisme Potensi dan MultiTalenta


Selamat!


utk para pemenang, silakan inbox nama dan alamat pengiriman hadiah. terimakasih.


ikuti juga event selanjutnya

http://www.facebook.com/note.php?note_id=113149702100987
http://www.facebook.com/note.php?note_id=144811148921583

http://www.facebook.com/note.php?note_id=144811062254925

http://www.facebook.com/note.php?note_id=144809722255059

perauh kelebu


CINTA SEMUSIM

kusangka cinta berhenti mengembara
kiraku cinta telah menunjuk satu arah
meniti langkah menuju dermaga
menanti kapal layar menuju laut lepas
memenuhi rindu yang lama membekas

angin utara berhembus terlalu cepat
saat nakhoda belum siap bermain dengan ombak
tiang layar terlalu rapuh untuk tak patah

kami terasing di pulau serba asing
sebagai orang asing di tengah orang asing
berguru menati-nati langkah
agar selamat hidup dalam cinta

belumlah genap menegakkan tiang ramah
menuai benih cinta yang telah tersemai
langit telah mengangkat air laut
hanyutkan kami menuju pulau baru
pada rindu yang lama ingin dituju

Perauh kelebu
Alex Brawijaya dkk
Rp 29rb
silakan pesan ke 081914032201

catatan perempuan


CATATAN HATI UNTUK 'CATATAN PEREMPUAN' BERNAMA SERUNI
Oleh; Sofyan RH. Zaid*

Perjuangan melawan lupa; perjuangan yang paling berat, kata Octavia
Paz. Saya pun tak ingat tepatnya kapan mengenal penyair perempuan yang
satu ini. mungkin dari saking lamanya waktu, sampai menghapus
ingatanku. Hanya ada satu hal yang terus kuingat tentang Seruni; Dia
Lahir di kota Bengawan,17 April. suka corat-coret sajak sejak sebuah
even lomba cipta & baca puisi yang kemudian memilihnya jadi pemenang
ketiga. Selain itu, sebuah radio swasta di kotanya sempat memberinya
mandat memandu acara Semerbak Sajak selama sekian bulan. Media cetak
dan elektronik,kerap memuat sajak-sajaknya, juga tergabung dalam buku
antologi bersama; Lilin-lilin Legian, 2004, Ibu, 2009, dan lain-lain.
Saat ini Seruni terus aktif menulis Di sela kesibukanya bekerja dan
merampungkan study-nya di Universitas Terbuka yang pernah
terbengkalai.

Salah satu hal penting yang mesti saya catat kemudian adalah terbitnya
antologi tunggal Seruni, yakni Catatan Perempuan. Apa pun kata
kritikus atau teman-teman penyair lain, saya tak hirau. Intinya Seruni
telah berani melakukan sesuatu yang menjadi impian sejak lama dan
tercapai. Maka saya ucapkan: Selamat...

Membaca sajak-sajak Seruni dalam Catatan Perempuan ini, saya jadi
ingat tanya seorang kawan; penyair di indonesia lebih banyak
laki-laki, kemana perempuannya? Maka sekarang saya baru temuka
jawabannya; Seruni ini salah satunya!

Tanpa maksud menghakimi atau pun menilai; jujur saya menyukai
sajak-sajaknya yang sederhana tetapi sangat kuat emosi yang terkandung
di dalamnya. Artinya seruni, tak berjuang mati-matian memperelok kata
dalam menulis sajak yang kemudian hampa makna dan emosi, melainkan dia
benar-benar mencoba semaksimal mungkin mencari kata yang tepat untuk
mewakili apa yang mau dituliskan jadi puisi. nah, Seruni sangat
berhasil dalam ini. Meski kemudian sajak-sajaknya nyaris tanpa gaya
bahasa. Atau dengan kata lain, sajak Seruni bagai perempuan cantik
tanpa kosmetik. Dia tengah tidak berbohong dalam menyajak.

Coba kita simak misalnya sajak Em Pe;
...
: ditubuhmu
tubuhku
hingga tak lagi
ada penghalang,
mengecup ranum cuaca
dikedalaman gelap,
surga untuk kita
...

atau juga sajak Seperti Cecak, pada bait terakhir;

aku dan bulan
saling menikam
saling
bergantungan

kemudian pada sajak Hang Out;

menasbih kehangatan
pada kebebasan fana
episode waktu yang menganga
... dan kita hanya pengembara

Dari semua sajak yang saya kutip di atas, jelas Seruni penuh
kejujuran dalam menuliskan sajaknya, tetapi rasanya sangat sedap. Bila
Seruni mampu mempertahankan karakternya ini, maka Seruni mewarisi
persajakan ala Indonesia, bukan barat yang terkesan hanya pada
permainan kata dan keelokan bahasa saja.

Dan sampai catatan ini berakhir, saya pun tetap lupa; kapan tepatnya
kenal Seruni, meski sajak-sajaknya semakin akrab dengan saya.
Salam...

Jakarta, 07 Maret 2011

* Adalah Penyair, kini mengasuh Paramadina Poetry Club, Jakarta

Judul: Catatan Perempuan
Penulis: Seruni
Penerbit : Arias
silakan pesan via sms ke 081914032201
tulis nama/alamat/judul buku yg dipesan

Denting Nada Cinta



Denting Nada Cinta
(kumpulan cerpen)
penulis: Awy A Qolawun
Penerbit : Arias

Sepuing Kenangan …
Mungkin, semua cerpen dalam kumcer ini akan menjadi kenangan abadi bagiku, insya Alloh.
Sebelum menulis kata pengantar ini, sebenarnya sudah kutulis dua kali sebuah kata pengantar yang sekira cocok jadi pembuka kumcer ini.
Tapi, kedua prakata itu harus aku sisihkan, setelah tanpa kuduga - dan semuanya – aku harus melewati (serta menyaksikan) sebuah hari yang benar-benar tidak akan terlupa, hari yang – sampai saat ini – aku masih menganggapnya mimpi, hari saat kaki serasa tidak berpijak di bumi, hari yang memporak-porandakan semua prediksi yang sempat tersusun di benakku. Mungkin, aku tidak akan pernah percaya, jikalau tidak semua ini memang sudah qodlo-qodar dari Yang Punya Kehidupan.
Ya … hari itu, 15 Romadlon 1425 atau 29 Oktober 2004, Jum'at, tepat di fajar hari, saat … beliau … Sang Guru … pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan setumpuk kenangan yang tersisa, diiringi oleh bajir banding airmata. Tepat di setengah tahun, lebih setengah bulan, lebih setengah hariku di Makkah al-Mukarromah, rohimallohu 'alaika rohmatan waas'iah ya Abuya, wa askanakallohu fasiiha jannatihi, amiiin.
Dan kumcer ini, adalah satu di antara dua karya yang sempat kugoreskan di saat hayat beliau, saat Alloh memberiku kesempatan manis nan indah bisa khidmah pada beliau (walau sejenak), saat aku setiap Shubuh duduk seraya memegang kaki beliau sembari memijatinya, sebelum akhirnya beliau intiqool ila rofiq a'la (menuju ke Hadirat-Nya).
Aku berharap kumcer ini berkah, disamping penulisannya semua di tanah suci.
Akhir catatan, aku berharap tulisan tak berfaedah ini dijadikan oleh Alloh berfaedah, tentu juga dengan memohon ampunan di sana.
Lalu … Bismillah dahulu dan …
Al-Fatihah … untuk Sang Guru Besar, yang dunia Islam semua meratapi kepergiannya dan benar-benar kehilangan sosok agung berwibawa dirinya.

Awy' A. Qolawun


1. Senandung Melodi Cinta
2. Sepuing Kenangan
3. Daftar Isi
4. Hama'a
5. Semoga engkau kembali sahabatku
6. Denting Nada Cinta
7. Merindu Kasih
8. Menumpang kisah
9. Seremoni pemanusiaan
10. Cerita Malam
11. Seroja Ain Jalut
12. Angin Cinta Kota Makkah


Silakan pesan via sms 081914032201
tulis nama/alamat/judul buku yang dipesan

Mediasi Prilaku


Rekah Merekah Sedekah


kudengar rintih membisik usik
jeritan batin para pencari hati
bagaimanakah teriakan ini kuterjemahkan?
hingga terurai lengkap ungkap imajinasi kata-kata memelas

kau merintih pada batas persimpangan
antara lapar dan kenyang
antara dahaga dan lega
antara kuat dan lemah
antara mimpi dan harapan
dukamu mengetuk
jiwa-jiwa bergema menelusuri kuasa
diri atas yang maha
dan akhirnya, kutemukan hawa

kubergolak membungkam rasa
lalu kuketuk kekakuan rasa
biar lentur memahami suasana
atas “rekah” yang mengharap “berkah”

terima kasih sobat…………..karena bisikmu tlah mengetuk kebungkaman dan keberpalinganku atas kuasa-nya….


Judul : Mediasi Prilaku
Kumpulan Puisi
Penulis: Amin Mulyanto
Penerbit: Arias
60 hlmn
Rp 24rb

Rampai Media Massa


Media massa atau disebut pula pers, baik cetak maupun elektronik menarik untuk diamati. Sebab, media itu mempunyai filosofi, tujuan, sikap, dan orientasi nilai sehingga dapat hidup dan berperan dalam masyarakat. Pada era multimedia kini, media mengalami transformasi fundamental seiring dengan adanya teknologi baru internet. Media massa pun membentuk media online sebagai saluran lain untuk menyiarkan berita, opini dan berinteraksi dengan khalayak pembaca dan pemirsanya. Begitu pula bermunculan media alternatif menggunakan internet sebagai salurannya. Contohnya, hadirnya laman-laman (website/situs) berita di dunia maya.
Sekarang nampaknya orang begitu mudah mencari, mengolah, dan memublikasikan informasi dan opini terutama melalui dunia cyber. Sehingga muncul istilah jurnalisme warga (citizen journalism). Dalam aktivitasnya media massa memakai bahasa (tulisan) untuk memublikasikan informasi dan pandangan (opini). Bahasa yang digunakan media memiliki ciri khas yang disebut bahasa laras jurnalistik. Media massa pun terutama koran sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Karena media dan bahasa menyangkut manusia, maka keduanya berkaitan erat dengan kebudayaan. Media yang manjalankan fungsinya dengan baik, menggunakan bahasa secara baik dapat menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan (budaya) yang baik pula dalam masyarakat.
Buku rampai media massa ini merupakan sekumpulan esai yang dimuat di media lokal, daerah, dan nasional (sepanjang tahun 2002- 2010). Esai-esai itu merupakan amatan terhadap sudut-sudut yang mungkin terlupakan, masalah, dan fenomena yang berkaitan dengan kehidupan media. Topik khususnya disesuaikan dengan tren esai di media yang lebih mengedepankan aktualitas persoalan. Di buku ini pun dihimpun tulisan mengenai budaya literasi (menulis) yang erat kaitannya dengan media. Seperti diketahui media massa kita juga menerima esai-esai dari penulis luar untuk dipublikasikan di saluran-saluran informasi mereka yakni media massa cetak.

Rumah Bernomor Nol



Anak Cinta dengan Seribu Luka

Rumah kebersamaan sempat kita tinggali sesaat
Setelah itu, aku pergi sendirian ke pengasingan
Sebab, kebersamaan pun tak bisa sembuhkan
luka masing-masing
Saat itu, kau masih mungil untuk menggambar
jawaban tentang pertemuan dan perpisahan

Waktu berlari menyisakan luka bagimu
Serupa pisau mengerat bambu
dalam ruas-ruas ingatan yang sulit terbaca
hanya jejak-jejak seribu luka yang ada
Ingin kubalut lukamu dengan perban kerinduan
berplesterkan kasih sayang. Tidak di rumahmu
cukup dalam kamar hatiku. Tidak sekarang
mungkin saja nanti

Judul: Rumah Bernomor Nol
Penulis: Ari Hidayat
Penerbit: Arias

Silakan pesan via sms 081914032201 atau email hasfriends57@gmail.com
Tulis nama/alamat/judul buku yg dipesan

tirakat padam api




AKULAH SENANDUNG

akulah sang kidung
dalam sunyi tak bertepi

diantara ilalang dibukit gersang
berteman kunang kunang dan belalang

aku lah pencinta aksara
nyaris di tiap hela jiwa

akulah senandung yang redup
kidungku seperti pelita diujung katup

akulah kesunyian dalam ruas jiwa
kesunyian dalam bingkai seroja jingga


Tirakat Padam Api
Kumpulan Puisi
penulis: Emi Suyanti
penerbit: Arias
86 hlmn
Rp 26rb
silakan pesan via sms 081914032201