Tampilkan postingan dengan label kumcer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumcer. Tampilkan semua postingan

TELAH TERBIT DEARLOVE. HADIR DI TB GRAMEDIA, GUNUNG AGUNG,TOGAMAS


Judul : Dear Love menghubungi cinta-menghubungkan cinta-hubungan cinta
111 tulisan tentang cinta
Penerbit: Hasfa Publishing
ISBN 978-602-98386-7-1
227hlm. Rp 49rb
Hadir di Gramedia,TB GunungAgung,TB Togamas. (mulai awal/tengah Juli 2011)

Hidup itu cinta. Cinta itu menghidupkan hidup manusia. Manusia harus terus menciptakan cinta sebagai mahakarya hidupnya di dunia. Inilah pangkal hidupnya. Dari dalamnya akan tumbuh buah-buah cinta, yakni segala kebaikan, semua kekuatan, atau apapun yang dapat maupun tidak dapat dipahami oleh bahasa manusia. Tak mengapa. Karena tak semua hal memang dapat dipahami. Itulah kesempurnaan hidup, kesempurnaan cinta.

Sangatlah keliru dan tertipu jadinya jika cinta itu hanya menjadi perkara hati. Karena hati adalah misteri Ilahi, ruang diskusi Sang Khalik dengan eksistensi manusia di dunia fana. Cinta merupakan hasil interaksi seluruh potensi hidup untuk mengelola seluruh kehidupannya. Tiga modal dasar, akal, nurani dan nafsu, itu mawujud dalam raga seragawinya. Interaksi di dalamnya menjadi aksi keluarannya. Aksi ini menjadi bahasa masif yang tak pernah berubah oleh jaman dan kebudayaan. Begitulah adanya cinta. Seperti cahaya, cinta itu bergerak lurus dan masuk dalam ladang quantum. Tak ada yang tuntas di dunia ini, selalu menyisakan tanda tanya. Jadi jangan pertanyakan pula tentang cinta. ikutilah iramanya dan menarilah.

Derajat cinta sejajar dengan nyawa dan iman. Saling mengisi saling membentuk memberi arti bagi hidup dan kehidupan dunia. Ketika ketiganya bersinergi maka hasilnya adalah sebuah cahaya. Cahaya ilahiah.

Denting Nada Cinta



Denting Nada Cinta
(kumpulan cerpen)
penulis: Awy A Qolawun
Penerbit : Arias

Sepuing Kenangan …
Mungkin, semua cerpen dalam kumcer ini akan menjadi kenangan abadi bagiku, insya Alloh.
Sebelum menulis kata pengantar ini, sebenarnya sudah kutulis dua kali sebuah kata pengantar yang sekira cocok jadi pembuka kumcer ini.
Tapi, kedua prakata itu harus aku sisihkan, setelah tanpa kuduga - dan semuanya – aku harus melewati (serta menyaksikan) sebuah hari yang benar-benar tidak akan terlupa, hari yang – sampai saat ini – aku masih menganggapnya mimpi, hari saat kaki serasa tidak berpijak di bumi, hari yang memporak-porandakan semua prediksi yang sempat tersusun di benakku. Mungkin, aku tidak akan pernah percaya, jikalau tidak semua ini memang sudah qodlo-qodar dari Yang Punya Kehidupan.
Ya … hari itu, 15 Romadlon 1425 atau 29 Oktober 2004, Jum'at, tepat di fajar hari, saat … beliau … Sang Guru … pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan setumpuk kenangan yang tersisa, diiringi oleh bajir banding airmata. Tepat di setengah tahun, lebih setengah bulan, lebih setengah hariku di Makkah al-Mukarromah, rohimallohu 'alaika rohmatan waas'iah ya Abuya, wa askanakallohu fasiiha jannatihi, amiiin.
Dan kumcer ini, adalah satu di antara dua karya yang sempat kugoreskan di saat hayat beliau, saat Alloh memberiku kesempatan manis nan indah bisa khidmah pada beliau (walau sejenak), saat aku setiap Shubuh duduk seraya memegang kaki beliau sembari memijatinya, sebelum akhirnya beliau intiqool ila rofiq a'la (menuju ke Hadirat-Nya).
Aku berharap kumcer ini berkah, disamping penulisannya semua di tanah suci.
Akhir catatan, aku berharap tulisan tak berfaedah ini dijadikan oleh Alloh berfaedah, tentu juga dengan memohon ampunan di sana.
Lalu … Bismillah dahulu dan …
Al-Fatihah … untuk Sang Guru Besar, yang dunia Islam semua meratapi kepergiannya dan benar-benar kehilangan sosok agung berwibawa dirinya.

Awy' A. Qolawun


1. Senandung Melodi Cinta
2. Sepuing Kenangan
3. Daftar Isi
4. Hama'a
5. Semoga engkau kembali sahabatku
6. Denting Nada Cinta
7. Merindu Kasih
8. Menumpang kisah
9. Seremoni pemanusiaan
10. Cerita Malam
11. Seroja Ain Jalut
12. Angin Cinta Kota Makkah


Silakan pesan via sms 081914032201
tulis nama/alamat/judul buku yang dipesan

SIMPANG JALAN


Sejatinya manusia hidup diantara pilihan pilihan. Sejatinya pula merekalah yang menentukan pilihan mana yang akan diambil. Hal itu menandaskan bila fitrah paling asasi dalam diri manusia, yakni jiwanya dicipta tuk bergerak dengan bebas. Tak ada seorangpun dapat mengendalikannya. Kendatipun raganya dikekang oleh lilitan rantai atau dijejalkan dalam penjara. Ialah kemerdekaan tanpa deklarasi yang bersemayang dalam diri tiap manusia.
Buku kumpulan cerpen Simpang Jalan ini adalah menifestasi dari hal itu. Kisah kisahnya menceritakan para tokoh yang sedang berada dipersimpangan tuk menentukan suatu pilihan atas realita hidup yang mereka jalani. Misalnya tokoh Suminah dalam cerpen berjudul ‘Terserah Suminah Saja’. Gadis muda ini sedang ketiban sial. Apa pasal? Lantaran ia musti menanggung hutang orang tuanya. Dengan iming iming mendapat dua puluh lima juta rupiah ia didesak oleh rentenir bernama juragan Kasman tuk melakukan kawin kontrak. Apakah Suminah rela mempertaruhkan kehormatannya demi rupiah atau kan mengambil jalannya sendiri? Atau cerita lain dalam cerpen berjudul ‘Rizki Maskid Kami’. Apakah Andika, salah satu tokoh dalam cerpen tersebut akan memanusiakan orang tuannya setelah pergi bertahun tahun mereka dari rumah. Akankah ia kembali berbakti dan menaruh hormat pada mereka berdua atau justru lebih memilih istrinya yang kaya sandang kaya papan lantaran ia anak seorang pengusaha.
Suminah, Andika dan tokoh tokoh dalam kumpulan cerpen ini yang menentukan pilihan mereka sendiri. Bila meminjam tag line buku ini, terlepas nanti pilihan mereka berujung buruk hingga mendapat stigma sebagai kawan setan atau berujung baik hingga diidentikan dengan berkawan dengan malaikat, biarkan mereka memenuhi panggilan jiwa masing masing. Buku ini tak berniat menjadi hakim apalagi jagal karena itu kisah kisahnya mengalir semaunya.
Hanya dari riak dan gemercik konfliknya pembaca diharapkan tak hanya mendapat hiburan. Tapi lebih dari itu dapat pula merenung, berkontemplasi, menimbang nimbang suatu perkara dengan matang, kemudian kembali melanjutkan langkah. Diharapkan terjadi metamorfosa kematangan emosional setelah membacanya. Dari tokoh tokoh dan jalan cerita dalam buku ini, dengan segala kerendahan hati kita sama sama belajar untuk lebih arif dalam menyikapi suatu persoalan hingga menemukan jalan keluar yang solutif
Dengan tebal 136 halaman, simpang jalan menawarkan kebaruan. Bila membaca ialah untuk berubah menjadi pribadi pribadi lebih baik secara personal dan sosial. Bila dengannya pula kita tidak gagap atas isu isu kemanusiaan. Menjadi melek atas nilai nilai hidup ialah suatu keutamaan. Lantaran karenanya kita tak gamang lagi bila kelak harus menentukan pilihan dipersimpangan jalan.

Judul : SIMPANG JALAN berkawan Setan Berteman Malaikat
Penerbit : Hasfa Arias-Lini Hasfa Publishing
Harga : Rp. 33rb
ISBN 978-602-98738-7-0

Cara pembelian. Silakan pesan via inbox HasfaPublisher atau sms 081914032201. Tulis nama/alamat/jumlah/judul buku yg dipesan

Turbulensi


12 cerita tak biasa:
Kematian Hitam
Tubuh yang Terbaring di Bawah Cahaya Bulan
Abu Gambar sang Pemimpin
Sandal Jepit Merah
Suara-suara Malam
Bunga Terindah
Pulang
Dentangan Terakhir
Juragan Karta
Wisuda
Lelaki yang Ingin Melukis Jagat Raya
Menunggu

Terbit di Hasfa Arias
kumpulan cerpen Sigit Rais
ISBN 978-602-9160-00-0
Silakan pesan dengan menulis nama/alamat/judul buku yg dipesan. kirim ke inbox fb hasfapublisher atau sms 081914032201.